JANGAN PILAH-PILAKAN SETIAP MAHASISWA DAN MASYARAKAT KAMPUNG KOPO MARI MENINGKATKAN GOTONG ROYON KAMPUNG YANG BERLUAS.

Foto: Alam ku sangat berpesona dan kampung yang paling luas.

Oleh : yosia w kopo magai

Jayapura- Meningkatkan sumber daya manusia itu sangat berfunsional bagi setiap komponen masyarakat di tempat atau kampung kopo pada tanggal 25/04/2020.

Jika kita berbicara masa lalu, mudah sekali menemukan budaya gotong royong dalam berbagai bentuk. Mulai dari kerja bakti yang seringkali dilakukan warga masyarakat kampung kopo, setiap satu minggu sekali hingga budaya gotong royong antar umat beragama. Budaya adalah identitas nasional. Karenanya, budaya yang lalu sudah pakai Nenek Moyang sampai saat ini. Seharusnya terus dijaga supaya terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Istilah berasal dari bahasa suku mee . Gotong royong berarti pikul atau angkat, sedangkan berarti bersama-sama. Sehingga jika diartikan secara mengangkat bersama-sama atau mengerjakan sesuatu  bersama-sama. Gotong royong dapat dipahami pula sebagai bentuk partisipasi aktif setiap individu untuk ikut terlibat dalam memberi nilai positif dari setiap 7 marga yang ada di kampung kopo permasalahan, atau kebutuhan orang-orang di sekelilingnya. Partisipasi aktif tersebut bisa berupa bantuan yang berwujud materi, keuangan, tenaga fisik, mental spiritual, ketrampilan, sumbangan pikiran atau nasihat yang konstruktif, dari orang Tua kami sampai hanya berdoa kepada Tuhan. 

Menurut orang TONAWI Singung tentang budaya gotong royong yang dikenal oleh masyarakat kampung kopo dapat dikategorikan ke dalam dua jenis, yakni gotong royong tolong menolong dan gotong royong kerja bakti. Budaya gotong royong tolong menolong terjadi pada aktivitas pertanian, kegiatan sekitar rumah tangga, kegiatan pesta, kegiatan perayaan, dan pada peristiwa bencana atau kematian. 

Sedangkan budaya gotong royong kerja bakti biasanya dilakukan untuk mengerjakan sesuatu hal yang sifatnya untuk kepentingan umum, entah yang terjadi atas inisiatif warga atau gotong royong yang dipaksakan, dari kebiasan orang Tua yang sudah berpengalaman.

Dalam perspektif sosiologi budaya, nilai gotong royong adalah semangat yang diwujudkan dalam bentuk perilaku atau tindakan individu yang dilakukan tanpa mengharap balasan untuk melakukan sesuatu secara bersama-sama demi kepentingan bersama atau individu tertentu. 

menjadikan kehidupan manusia lebih berdaya dan sejahtera. Dengan gotong royong, berbagai permasalahan kehidupan bersama-sama bisa terpecahkan secara mudah dan murah, demikian halnya dengan kegiatan pembangunan masyarakat. 

Dan setiap mahasiswa yang sudah berpengalaman dalam Edukasi, dan masih sedang menempuh berpendidikan kota study dimana saja harus, Implementasikan hal yang baik terhadap masyarakat kampung kopo, supaya mereka bisa maju persatuan dan ke satuan tingkat 7 marga yang ada di tempat kelahiran kampung dusung-Ku kopo

Penulis : Mahasiswa papua yang sedang menempuh di Uncen.

Admin : UGII KEMOTAGIDA.

Komentar

Postingan Populer