PROBLEM WEST PAPUA FREEDOM
Doc rantauan : mendiskusi untuk merebut klonialisme.
Karya : anak papua
Jayapura - merebut untuk kemerdekaan bangsa papua untuk menempuh nasib sendiri
Pada tanggal 18/04/2020
Tuan Bridgen Egianus Kogoya Bertanggungjawab Peristiwa Penembakan di Distrik Jila, Mimika.Tembagapura, SWP--Dengan adanya informasi penembakan di Distrik Jila pada tanggal, 18/04/2020) merupakan bagian dari perjuangan kemerdekaan. Merebut kemerdekaan melalui revolusi bersenjata menjadi target didalam perjuangan TPNPB.
" Sebelumnya dikabarkan salah satu anggota Koramil atas nama La ogge tertembak di Distrik Jila dan evakuasi ke Timika berawal dari aksi pimpinan Bidgen Egianus Kogoya yang sementara menuju Tembagapura," kata seorang anggota TPNPB yang bergabung kedalam aksi penembakan di Tembagapura.
Dengan kejadian penembakan kali ini, Tuan Bridgen Egianus Kogoya beserta komandan Operasinya Pemne Kogoya bertanggung jawab atas insiden penembakan pada tanggal ( 18/04/2020) kemarin.
"Informasi yang berhasil dihimpun Suara Wiyaimana Papua via telephone seluler dan SMS yang diterima dari medan pertempuran bahwa mereka berjuang sampai titik darah pengabisan," intruksinya.
Disini orangtua kami, Kelly Kwalik, Daniel Koyoka, Silas Koya dan seluruh anggota TPNPB yang tekah gugur mereka berjuang untuk merdeka bukan menuntut kesenjangan sosial dan pembangunan Insfrakstruktur tetapi mereka berjuang untuk merdeka saja.
"Jadi kami anak-anaknya juga akan terus berjuang sampai kemerdekaan direbut kembali melalui kontak senjata," sambungnya.
"Tuan Bridgen Egianus Kogoya bersama Pemne Kogoya sebagai komandan Operasi daerah Nduga dan Mimika dari Kodap III tidak akan menyerah sampai pengakuan kemerdekaan West Papua," kata panglima bintang II itu.
Sementara Komandan Operasi Umum TPNPB Setanah papua, tuan Mayor Lekagak Telenggen bersam Jend Goliat Tanah membenarkan aksi penembakan Egianus Kogoya di Jila dengan penyerangan di Post Koramil pada tanggal 09 Maret 2020 kemarin.
Dengan adanya penyerangan dan penembakan yang dilakukan TNPB tidak akan kompromi dengan segala tawaran kolonial Indonesia tetapi semangat juang yang dimiliki ditertaruhkan demi kemerdekaan.
Rakyat bangsa West Papua dari akar rumput memohon dukungan doa dan puasa dilakukan diaman pun dan kapan pun agar perebutan kemerdekaan melalui kontak senjata dapat dicapai kemerdekaan dengan kekuatan satu pucuk senjata melawan ribuan alat pertempuran janggi di medan pertempuran.
Pewarta : wiyaimana TPMPB
Penulis : mahasiswa papua yang sedang menempuh di uncen



Komentar
Posting Komentar